Kamis, 06 Oktober 2022

UANG, INFLASI, DAN KEGIATAN EKONOMI

Nama : Afifa Nur Rahma
NIM : 192010200146
Prodi / Kelas : Manajemen 7 / A2




UANG

Pengertian Uang

Uang adalah sesuatu yang secara umum diterima di dalam pembayaran untuk pembelian barang – barang dan jasa – jasa serta untuk pembayaran hutang – hutang. Uang juga sering dipandang sebagai kekayaan yang dimiliki yang dapat digunakan untuk membayar sejumlah tertentu hutang dengan kepastian dan tanpa penundaan. ahli lain seperti Albert Gailort Hart mendefinisikan sebagai berikut :
“Uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat tukar”

Bila merujuk pada peraturan perundang – undangan, pada Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, disebutkan pada Pasal 1 ayat (2) bahwa Uang adalah alat pembayaran yang sah.


Jenis - Jenis Uang

Menurut bahan pembuatannya

Menurut bahan pembuatannya, uang dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
  • Uang Logam. Jenis uang ini dibuat dari bahan logam (emas atau perak), bentuknya mudah dikenali, nilainya tinggi dan stabil, tahan lama, dan dapat dibagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
  • Uang Kertas. Uang yang terbuat dari kertas dengan standarisasi baku. Biasanya pada uang kertas ini dapat ditemukan gambar dan cap khusus.

Menurut lembaga yang mengeluarkan

Menurut lembaga yang mengeluarkan, uang dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu:
  • Uang Kartal. Alat bayar yang sah dan digunakan dalam transaksi sehari-hari.
  • Uang Giral. Uang yang berupa simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan, misalnya cek.

Menurut nilainya

Menurut nilainya, uang dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu :

  • Uang Penuh. Uang yang memiliki nilai bahan dan nilai nominal yang sama. Nominal uang yang tertera sama dengan nilai bahan dan proses pembuatan uang ini.
  • Uang Tanda. Uang yang nilai bahan dan nominalnya berbeda. Misalnya, untuk membuat uang Rp2.000, biaya yang diperlukan adalah Rp1.000.


Fungsi Uang

Uang diartikan sebagai suatu alat atau komoditi yang memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai alat tukar atau medium of exchange, sebagai satuan hitung atau unit of account, alat penyimpan nilai atau store of value dan standart pembayaran di masa mendatang yang dapat ditangguhkan atau standard of deffered payment.
a. Sebagai alat tukar atau medium of exchange
Setelah munculnya uang, maka efisiensi dalam perekonomian semakin tercapai, karena menghilangkan banyak waktu yang dibutuhkan untuk proses pertukaran barang dan jasa. Hal ini berbeda pada saat sistem barter yang dinilai sangat tidak efisien dan tidak efektif. 

b. Sebagai satuan hitung atau unit of account
Uang digunakan untuk memberikan ukuran dimana harga ditetapkan dan utang dicatat. Harga suatu barang relatif terhadap barang yang lainnya tetapi ditetapkan harganya apakah dalam bentuk Rupiah atau Dollar. Contohnya suatu perusahaan sepeda motor menetapkan harga untuk satu unit sepeda motor sebesar Rp.15.000.000,- bukan dengan 200 karung beras 20kg meskipun memiliki nilai yang sama. Demikian pula halnya untuk utang, dibayarkan dengan sejumlah uang di masa depan bukan dengan sejumlah beberapa komoditas tertentu. 

c. Alat penyimpan nilai atau store of value
Uang yang diterima di masa kini sebagai bentuk dari suatu pendapatan bisa digunakan untuk transaksi dikemudian hari. Misalnya seorang dapat menyimpan dan menabung uang dan kemungkinan menggunakannya di masa yang akan datang.

d. Standart pembayaran di masa mendatang atau standard of deffered
payment
Sistem standart pembayaran dimasa mendatang dapat dilihat dalam sistem pembayaran gaji dan kredit. Contohnya, dalam bekerja, karyawan dan karyawati akan dibayarkan upahnya dimasa mendatang disetiap akhir tutup bulan di perusahaan tempatnya bekerja.



INFLASI

Pengertian Inflasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Inflasi diartikan sebagai kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Sementara pengertian lain dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa inflasi adalah keadaan perekonomian negara di mana ada kecenderungan kenaikan harga-harga dan jasa dalam waktu panjang. Hal ini disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.


Penyebab Inflasi

Terdapat sejumlah faktor yang bisa menyebabkan inflasi. Salah satunya adalah adanya peningkatan jumlah uang yang beredar. Karena uang meningkat salah satunya bisa muncul karena mencetak dan memberikan lebih banyak uang kepada warga. Selain itu, bisa muncul karena secara hukum mengurangi nilai mata uang yang sah dan meminjamkan uang sebagai kredit rekening cadangan melalui sistem perbankan dengan membeli obligasi pemerintah dari bank di pasar sekunder. Pada akhirnya, inflasi bisa muncul karena uang kehilangan daya belinya. Selain itu, inflasi timbul karena adanya tekanan dari sisi supply (cost push inflation), dari sisi permintaan (demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi.


Jenis - Jenis Inflasi

Inflasi Berdasarkan Dampak Ekonomi

  • Inflasi Ringan yaitu inflasi yang mudah untuk dikendalikan dan belum begitu mengganggu perekonomian suatu negara. Terjadi kenaikan harga barang/jasa secara umum, biasanya di bawah 10% per tahun dan dapat dikendalikan
  • Inflasi Sedang dapat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan tetap, tetapi belum membahayakan aktivitas perekonomian negara. Inflasi sedang berada di kisaran kenaikan harga 10%–30% per tahun.
  • Inflasi Berat bisa mengakibatkan kekacauan perekonomian di suatu negara. Kondisi ini umumnya membuat masyarakat lebih memilih menyimpan barang dan tidak mau menabung karena bunganya jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi. Kenaikan harga sebab inflasi ini ad di besaran 30%–100% per tahun.
  • Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation) mengacaukan perekonomian suatu negara dan sangat sulit untuk dikendalikan meskipun dilakukan kebijakan moneter dan fiskal. Inflasi ini berada di kisaran 100% ke atas per tahun.


Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

  • Demand pull inflation terjadi karena permintaan akan barang atau jasa lebih tinggi dari yang bisa dipenuhi oleh produsen.
  • Cost push inflation Kemudian cost push inflation terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi sehingga harga penawaran barang naik.
  • Bottle neck inflation merupakan campuran yang disebabkan oleh faktor penawaran atau faktor permintaan.


Inflasi Berdasarkan Sumbernya

  • Inflasi Berasal dari Domestik terjadi dan bersumber dari dalam negeri. Terjadi karena jumlah uang di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi ini juga dapat terjadi ketika barang atau jasa tertentu berkurang sedangkan permintaan pasar tetap yang membuat harga menjadi naik.
  • Inflasi Berasal dari Luar Negeri (imported inflation) disebabkan karena harga barang-barang impor atau yang berasal dari luar negeri semakin mahal karena adanya kenaikan harga di negara asal barang itu diproduksi.


Dampak Inflasi

Inflasi yang tinggi bisa menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun, sehingga standar hidup masyarakat juga akan turun. Akibatnya akan mengakibatkan semua orang terutama yang miskin akan bertambah miskin. 

Inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Inflasi yang tidak stabil juga akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. 

Selanjutnya tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif, sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah. Karena itulah, Inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.



KEGIATAN EKONOMI

Pengertian Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi adalah aktivitas memenuhi kebutuhan yang dilakukan manusia meliputi tiga kegiatan, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Orang atau pihak yang melakukan kegiatan ekonomi adalah pelaku ekonomi. 

Selanjutnya, pelaku kegiatan ekonomi terbagi menjadi lima, yaitu rumah tangga, masyarakat, perusahaan, koperasi, dan negara. Di antara para pelaku tersebut, ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, dan distributor. Bisa dikatakan bahwa kegiatan ekonomi adalah bukan hanya menyangkut tentang individu saja, tetapi menyangkut banyak hal termasuk menjaga roda perekonomian.  Oleh sebab itu, sudah semestinya kalau orang-orang yang melakukan kegiatan ekonomi adalah harus saling menjaga supaya setiap anggota masyarakat bisa hidup semakin sejahtera.


Jenis - Jenis Kegiatan Ekonomi

Dalam kehidupan masyarakat, kegiatan ekonomi memiliki beberapa jenis, yaitu kegiatan ekonomi konsumsi, kegiatan ekonomi produksi, dan kegiatan ekonomi distribusi.

1. Kegiatan Ekonomi Konsumsi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konsumsi adalah pemakaian barang hasil produksi (bahan pakaian, makanan, dan sebagainya). Kegiatan ekonomi konsumsi adalah suatu kegiatan yang di mana kita sedang memakai atau menggunakan suatu produk atau jasa yang sudah diproduksi oleh produsen. Dalam hal ini, barang atau jasa yang digunakan oleh setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan setiap manusia akan disebut sebagai pembeli atau konsumen.

Kebutuhan hidup setiap orang biasanya akan selalu sama. Oleh karena itu, seorang konsumen akan mengonsumsi barang-barangnya secara berulang-ulang, kecuali ada kebutuhan hidup yang baru. Misalnya, rumah, pakaian (kantor, sekolah, rumah), makanan dan minuman, buku sekolah, dan lain-lain.

Hal yang perlu digarisbawahi dalam kegiatan ekonomi konsumsi adalah seorang konsumen belum tentu menjadi seorang produsen, tetapi seorang produsen sudah bisa dipastikan bahwa ia seorang konsumen. Hal ini dikarenakan seorang produsen akan menjadi konsumen ketika membeli bahan-bahan utama proses produksi. Misalnya, produsen tahu akan membeli kedelai terbaik supaya tahu yang diproduksi baik juga.

Semakin besar tingkat konsumsi pada suatu masyarakat, maka dapat menandakan bahwa masyarakat tersebut sedang mengalami kemakmuran atau kesejahteraan.


Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kegiatan Konsumsi
Pada dasarnya, setiap manusia ketika melakukan kegiatan konsumsi sangat disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya, maka kegiatan konsumsi antara konsumen yang satu dengan konsumen lainnya juga berbeda.Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat konsumsi seseorang, yaitu pendapatan, harga, kebiasaan, selera, dan barang pengganti.

a. Pendapatan
Pendapatan adalah suatu hasil kerja yang didapatkan melalui pekerjaan atau tugas-tugas yang telah diselesaikan. Pendapatan ini bisa berupa upah (karyawan), sewa (ruko atau rumah yang dikontrakkan atau disewakan), dan laba (pengusaha yang meraih untung).
Jika dilihat dari bentuknya, maka pendapatan yang diterima oleh setiap orang berbeda-beda, sehingga kegiatan konsumsi setiap orang akan berbeda-beda juga. Misalnya, kebutuhan seorang pengusaha akan berbeda dengan kebutuhan seorang karyawan.

b. Harga 
Sudah bukan hal asing lagi jika faktor harga sangat memengaruhi kegiatan konsumsi. Bahkan, bagi sebagian orang dalam membeli sesuatu perlu melihat faktor harga. Selain itu, faktor harga bisa menentukan target pasar dari suatu produksi barang atau jasa. Suatu barang atau jasa yang mengalami kenaikan harga bisa menyebabkan suatu permintaan dari konsumen akan turun. Sedangkan suatu barang atau jasa yang mengalami penurunan harga bisa meningkatkan permintaan dari konsumen. Misalnya, ketika harga kedelai naik, maka harga tahu dan tempe akan ikut naik, tetapi pembeli tahu dan tempe akan berkurang. Maka dari itu, ketika suatu produksi mengalami penurunan harga, sebaiknya konsumsi ditingkatkan. Sedangkan ketika harga naik, maka konsumsi perlu dikurangi.

c. Kebiasaan
Kebiasaan hidup seseorang bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan sekitar, dan kebutuhan hidupnya. Kebiasaan hidup ini bisa dikatakan bahwa dapat memengaruhi tingkat konsumsi yang berbeda-beda. Misalnya kebiasaan hidup hemat dan kebiasaan hidup boros.
Seseorang yang memiliki kebiasaan hidup boros akan meningkatkan kegiatan konsumsi. Sedangkan seseorang dengan kebiasaan hidup hemat, kegiatan konsumsi stabil atau bahkan cenderung rendah.

d. Selera
Selera individu satu dengan individu lainnya berbeda-beda. Selera yang berbeda-beda ini biasanya diakibatkan karena faktor psikologis seseorang yang bisa berubah kapan saja. Selera yang dimiliki oleh setiap orang akan memengaruhi tingkat konsumsi. Misalnya seseorang yang memiliki hobi membaca buku akan selalu berusaha untuk mencari buku-buku baru yang menarik. Jadi, bisa disimpulkan bahwa selera seseorang akan menentukan apakah tingkat konsumsi semakin tinggi atau semakin rendah terutama yang berkaitan dengan barang dan jasa. Semakin tinggi selera individu pada suatu hal, maka tingkat konsumsi akan semakin meningkat. Sementara itu, jika semakin rendah seleran individu pada suatu hal, maka tingkat konsumsi akan semakin rendah.

e. Barang Pengganti
Sudah bukan hal asing lagi jika ada suatu kenaikan harga pada suatu barang, maka seseorang akan menggantinya dengan barang yang lebih murah. Terjadinya hal seperti ini disebabkan karena seseorang akan mengonsumsi barang yang sesuai dengan pendapatannya. Adanya barang pengganti ini akan memengaruhi tingkat konsumsi pada suatu barang. Singkatnya, semakin banyak orang yang memakai barang substitusi, maka semakin berkurang jumlah konsumsi barang yang disubstitusi.



Tujuan Konsumsi 
  • Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap.  
  • Menghabiskan nilai guna barang sekaligus.  
  • Memuaskan kebutuhan secara fisik.  
  • Memuaskan kebutuhan rohani. 



2. Kegiatan Ekonomi Produksi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, produksi adalah proses mengeluarkan hasil, penghasilan, atau pembuatan suatu barang. Oleh sebab itu, produksi dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan suatu ekonomi dengan cara membuat hasil produksi agar kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi. Dalam melakukan kegiatan ekonomi produksi pasti membutuhkan pengorbanan berupa pengeluaran dana supaya dapat menghasilkan atau menciptakan barang atau jasa yang berkualitas. Barang atau jasa yang berkualitas bisa menarik perhatian konsumen supaya membeli barang atau jasa tersebut. Sementara itu, dalam kegiatan ekonomi produksi ada yang namanya produsen Produsen biasanya ditujukan kepada orang, badan usaha, atau organisasi yang dapat menciptakan suatu barang atau jasa yang dapat digunakan oleh konsumen. Jika kamu sudah bisa menghasilkan suatu produksi sendiri, baik barang atau jasa, maka kamu sudah bisa dikatakan sebagai seorang produsen. Misalnya ada seseorang yang sudah bisa memproduksi makanan roti yang kemudian dijual kepada teman-temannya.


Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Produksi
Kegiatan ekonomi produksi tidak bisa dilepaskan dari yang namanya faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi bisa memengaruhi naik turunnya tingkat produksi, seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya modal.

a. Sumber Daya Manusia
Dalam memproduksi barang atau jasa, tidak bisa dilepaskan dari yang namanya tenaga kerja manusia. Tenaga kerja manusia adalah kegiatan manusia yang berhubungan dengan proses produksi agar menciptakan barang atau jasa yang berkualitas. Oleh karena itu, dalam memproduksi barang atau jasa, sebaiknya menggunakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Berdasarkan kualitasnya, sumber daya manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1). Tenaga kerja terdidik (skilled labour)
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mendapatkan ilmunya atau keahliannya melalui pendidikan formal atau nonformal. Misalnya psikolog, dokter, akuntan, pengacara, peneliti, dan guru.
2). Tenaga kerja terlatih (trained labour)
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang mendapatkan ilmu atau keahliannya dari hasil latihan dan pengalaman selama bekerja. Misalnya supir, teknisi, koki, montir, dan lain-lain.
3). Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour)
Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih adalah tenaga kerja yang hanya mengandalkan kemampuan jasmani dan kekuatan rohani. Misalnya kuli panggul, tukang sapu, buruh tani, pemulung, dan lain-lain.

b. Sumber Daya Alam
Tidak bisa dipungkiri bahwa sumber daya alam adalah faktor alami yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan menjadi faktor dari kegiatan ekonomi produksi. Dengan kata lain, kondisi alam yang baik dan berkualitas akan menghasilkan suatu produk yang baik dan berkualitas juga. Sudah banyak barang yang dihasilkan dari sumber daya alam, mulai dari tanga, udara, air, hingga hasil tambang. Semua sumber daya alam tersebut dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, tetapi di sisi lain bisa membuat kondisi alam menjadi rusak. Jadi, kita harus bijak dalam menggunakan sumber daya alam.
1). Sumber daya alam tanah 
Sumber daya alam tanah biasanya digunakan untuk pertanian, perkebunan, bangunan pabrik, tempat tinggal, dan pembuatan jalan. Dari sumber daya alam tanah akan menghasilkan produk-produk, seperti kentang, beras, buah-buahan, perumahan, jalan tol, dan sebagainya.
2). Sumber daya alam udara
Sumber daya alam udara sangat berkaitan dengan penerbangan terutama saat membaca arah angin. Sedangkan dalam bidang pertanian, sumber daya alam udara sangat bermanfaat untuk menyesuaikan tanaman apa yang cocok ditanam di suatu wilayah.
3). Sumber daya alam air
Sumber daya alam air sering digunakan untuk menghasilkan suatu produksi, seperti pengangkutan, irigasi, dan tenaga listrik. Tenaga listrik dari sumber daya alam air sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat terutama masyarakat yang belum menerima pasokan listrik.

4). Sumber Daya Modal
Dalam meningkatkan jumlah produksi dan meningkatkan kualitas produksi selalu dibutuhkan yang namanya modal. Oleh sebab itu, modal menjadi faktor dari kegiatan produksi. Misalnya seorang petani yang membutuhkan cangkul, pupuk, dan bibit untuk menghasilkan suatu produk. Dalam proses produksi, modal bisa berupa peralatan dan bahan-bahan.

Berdasarkan kegunaannya, modal dibagi menjadi dua, yaitu modal lancar dan modal tetap. Modal lancar adalah modal yang berupa barang-barang yang bisa dipakai lebih dari satu kali produksi. Misalnya tanah, mesin pabrik, gedung, dan lain-lain.

Sementara itu, modal lancar adalah modal yang berupa barang-barang yang hanya bisa dipakai satu kali dalam sekali proses produksi. Misalnya bahan bakar minyak.

Berdasarkan bentuknya, modal dibagi menjadi dua, yaitu modal konkret dan modal abstrak. Modal konkret adalah modal yang terlihat saat melakukan produksi. Contohnya berupa mesin, gedung, dan bahan baku. Sedangkan modal abstrak adalah modal yang tidak terlihat saat melakukan produksi. Contohnya berupa pengetahuan, keahlian, merek produk, dan pengetahuan.

5). Sumber Daya Pengusaha
Sumber daya pengusaha bisa dikatakan sebagai kewirausahaan. Faktor produksi yang berasal dari kewirausahaan berupa seseorang yang sudah ahli dalam menyusun kerja sama antara produksi alam, modal, dan tenaga kerja. Singkatnya, pengusaha adalah seseorang yang sudah mampu mengendalikan semua faktor kegiatan ekonomi produksi terutama dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produk.



Tujuan Produksi 
Berikut ini adalah beberapa tujuan produksi, yaitu: 
  • Memenuhi kebutuhan manusia. Mencari keuntungan atau laba. 
  • Menjaga kelangsungan hidup perusahaan. 
  • Meningkatkan mutu dan jumlah produksi. 
  • Mengganti barang-barang yang aus dan rusak karena dipakai atau karena bencana alam


3. Kegiatan Ekonomi Distribusi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, distribusi berarti penyaluran, pembagian, atau pengiriman keperluan sehari-hari kepada beberapa orang atau tempat. Singkatnya, distribusi adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Kegiatan ekonomi distribusi biasanya dilakukan oleh lembaga atau perorangan tergantung dari kebutuhan dari setiap produsen. Lembaga atau perorangan yang melakukan kegiatan distribusi dikenal sebagai distributor.
Biasanya kegiatan distribusi yang dilakukan oleh distributor sangat beragam, seperti perdagangan, pengangkutan, dan penyimpanan.


Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Distribusi
a. Faktor pasar
Faktor pasar sangat memengaruhi saluran distribusi terutama yang disebabkan oleh pola pembelian konsumen.

b. Faktor barang
Faktor barang sangat mempertimbangkan dari segi barang yang dilihat berdasarkan besar dan berat barang, standar barang, unit barang, barang mudah rusak atau tidak, dan cara pengemasan barang.

c. Faktor perusahaan
Faktor perusahaan sangat mempertimbangkan berbagai hal, seperti sumber dana, pelayanan yang diberikan, dan manajemen perusahaan dalam mengelola perusahaan.

d. Faktor kebiasaan dalam melakukan pembelian
Faktor kebiasaan ini sangat mempertimbangkan pembiayaan dari pengiriman barang, volume penjualan, dan kebijaksanaan produsen.



Tujuan Distribusi 
  • Kelangsungan hidup kegiatan produksi terjamin 
  • Barang atau jasa hasil produksi dapat bermanfaat bagi konsumen 
  • Konsumen dapat mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan muda



Daftar Pustaka 

Wahyudi Warianto. (2017). Tinjauan Yuridis Penggunaan Mata Uang Asing Sebagai Alat Pembayaran Dalam Transaksi di Wilayah Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Universitas Internasional Batam






Tidak ada komentar:

Posting Komentar